Kegiatan kreatif salah satunya dapat terlihat dalam kegiatan seni.
Kreativitas
dibutuhkan anak untuk kehidupan masa depannya, termasuk dalam
menghadapi masalah yang memerlukan solusi. Sebetulnya, ada banyak
kegiatan kreatif yang dapat dilakukan anak, baik di rumah maupun di
sekolah. Kegiatan kreatif yang dimaksud yaitu kegiatan yang sifatnya
melibatkan semua aspek perkembangan anak secara menyeluruh, dimana semua
potensi kecerdasan majemuk anak dikembangkan dan disalurkan. Dalam
kegiatan tersebut juga terkandung unsur merancang, berkreasi, dan
mengeksplorasi sesuatu. Kegiatan kreatif diharapkan dapat mendorong anak
mengembangkan imajinasinya, menginspirasi anak dan mendorong anak
membuat sesuatu yang baru (orisinal).
Untuk melakukan kegiatan kreatif tentunya anak harus difasilitasi dan
diberikan arahan oleh orangtua/guru, sehingga kreativitasnya dapat
terstimulasi secara holistik. Pada akhirnya, diharapkan kelak anak bisa
menjadi generasi yang utuh, sehat jasmani rohani, memiliki keunggulan,
mampu berinovasi, dan menghargai hasil karya sendiri. Anak diharapkan
tidak hanya mampu mencontoh apa yang orang lain buat, tetapi bisa tampil
menjadi inovator.
KEGIATAN KEGIATAN KREATIF
1. Bercerita dan menceritakan kembali
Tak
semua anak mampu bercerita dan menceritakan kembali. Padahal kegiatan
ini mengandung unsur kreatif, dimana anak belajar mencipta dan berkreasi
melalui bahasa, dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Untuk
merangsang anak melakukan kegiatan ini, akan lebih efektif bila orangtua
memberi contoh, yaitu dengan senang bercerita. Model dari orangtua bisa
menjadi inspirasi bagi anak dalam kegiatan keseharian. Ingat, salah
satu karakteristik anak usia ini adalah meniru. Bila orangtua senang
bercerita, anak otomatis akan menirunya. Misal,
sepulang kerja orangtua menceritakan pengalamannya, entah hubungannya
dengan rekan kerja ataupun pengalamannya selama dalam perjalanan dari
kantor menuju rumah, dan lainnya. Dengan begitu, anak pun akan spontan
melakukan hal yang sama tanpa harus diinterogasi oleh orangtua. Orangtua
juga perlu menstimulasi anak dan bertanya padanya tentang pengalaman
yang diperolehnya di sekolah. Namun demikian, orangtua diharapkan tidak
hanya bertanya sepihak, apalagi jika bahasa yang digunakan cenderung
monoton sehingga membuat anak bosan dan tidak tertarik untuk memberi
jawaban.
2. Bermain pura-pura/peran
Kegiatan drama juga
sarat dengan kreativitas. Berilah kesempatan pada anak untuk berlatih
bermain peran. Kegiatan ini bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya, ketika ibu bersama anak bermain peran sebagai guru dan murid,
anak diminta bernyanyi seolah-olah berada di panggung; bermain peran
sebagai penjual dan pembeli; bermain peran sebagai dokter dan pasien;
dan sebagainya. Kemaslah kegiatan bermain ini dengan tema tertentu dan
semenarik mungkin karena banyak aspek perkembangan anak yang bisa
dikembangkan, seperti sosialisasi, bahasa, emosi, dan sebagainya. Selain
itu, kegiatan ini dapat membangun kekompakan dalam keluarga.
3. Melukis/menggambar
Jika
anak hanya meniru hal yang sama persis dalam membuat suatu gambar,
tentu saja nilai kreativitasnya kurang terlihat. Kreativitas akan tampak
ketika ada kreasi anak sendiri, atau anak memodifikasi dari contoh
gambar yang ada. Contoh, anak diminta menggambar dengan tema
pemandangan. Anak mungkin menggambar suatu pemandangan yang pernah
dilihatnya di suatu tempat. Atau, bila anak sulit mengimajinasikan
gambar tersebut, orangtua/guru bisa membawanya keluar ruangan agar anak
dapat menggambar lingkungan sekitar, seperti taman bunga di depan rumah,
taman bermain di sekolah, situasi di jalan dan sebagainya. Sesekali
orangtua/guru juga perlu memberi kesempatan pada anak untuk menentukan
pilihan gambarnya tanpa dibatasi oleh tema yang ada. Jadi, anak
difasilitasi untuk mendisain gambarnya, mengkreasi, dan mengeksplornya
sendiri sesuai dengan pengalaman dan minatnya.
4. Kegiatan visual arts atau membuat prakarya
Kegiatan
ini juga mengandung unsur kreatif seperti mencipta, berkreasi dan
mengeksplorasi. Kegiatan ini meliputi aktivitas mencetak, menempel, dan
menggunting. Dengan stimulasi yang tepat, kegiatan ini dapat
meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan motorik halus anak.
5. Main pasel
Kegiatan
menyusun/memasangkan kepingan–kepingan agar membentuk pola/gambar
tertentu, dapat merangsang peningkatan kemampuan berpikir anak. Orangtua
atau guru juga dapat melakukan kegiatan bersama anak untuk membuat
pasel sederhana sesuai kreasi anak. Misal, membuat gambar pada karton
kemudian mengunting-guntingnya menjadi potongan-potongan pasel yang
dapat dibongkar pasang.
6. Main balok
Melalui kegiatan ini
anak didorong untuk bisa merancang suatu bentuk tertentu semisal
bangunan rumah, robot dan lainnya sesuai imajinasi anak. Di awalnya,
guru atau orangtua dapat memberikan beberapa contoh bentuk yang dapat
dirancang dengan menggunakan balok-balok. Jelaskan pada anak bahwa anak
boleh membuatnya dalam bentuk yang berbeda. Beri kesempatan pada anak
untuk mempunyai pilihan dalam membuat kreasinya.
7. Mencampur warna cat
Kegiatan
seni seperti ini, juga terkait erat dengan materi pembelajaran sains
awal yang dapat disimulasi pada anak prasekolah. Orangtua atau guru
dapat menggunakan berbagai bahan cat air atau pewarna makanan. Orangtua
harus mendampingi kegiatan ini dan menjaga agar bahan-bahan tersebut
tidak tertelan oleh anak. Dalam kegiatan ini anak mendapat kesempatan
untuk mengeksplor warna-warna yang ada dan mencipta warna baru.
8. Membentuk plastisin
Dalam
kegiatan ini, motorik halus anak dapat terstimulasi dengan baik. Anak
diberi kesempatan untuk membuat berbagai bentuk benda di sekitarnya dari
plastisin. Guru atau orangtua dapat memberi contoh beragam bentuk benda
yang menarik bagi anak sebagai stimulasi awal. Sekali lagi, orangtua
atau guru tidak diharapkan menilai produk anak, tetapi lebih kepada
menghargai usaha dan proses anak dalam membentuk sesuatu.
9. Menari
Kegiatan
menari akan sarat dengan kreativitas gerak, jika guru memberi
kesempatan pada anak untuk bebas bergerak mengikuti irama. Anak dapat
memodifikasi gerakan yang dicontohkan guru, sehingga tidak semuanya
harus diseragamkan. Yang perlu diperhatikan, tujuan kegiatan menari pada
anak prasekolah bukanlah untuk menghafalkan gerakan tarian tertentu,
tetapi lebih kepada pengembangan motoriknya. Dalam hal ini, guru perlu
menghargai proses dan manfaat anak dalam melakukan gerakan, bukan
sekadar produk tarian tertentu yang harus dilakukan. Salah satu cara
untuk merangsang kreativitas dalam menari adalah dengan meminta anak
melakukan suatu gerakan sesuai ekspresi dan kreasinya, semisal melakukan
gerak lambaian pohon, melakukan gerak seperti burung terbang, kelinci
melompat, ikan berenang, dan sebagainya. Anak tak perlu melakukan
gerakan yang seragam.
Sumber: Wikipedia.industri.kreatif
skip to main |
skip to sidebar
Sesungguhnya keberhasilan itu bukan hanya sekedar kepintaran, tetapi disertai dengan kerja keras, semangat dan berdoa o:) Kunci kesuksesan itu ada pada diri kita SENDIRI !!!
About
Welcome In The My Blog™
Blog ini baru saya buat. jika blog ini masih kurang lengkap atau kurang bagus kalian bisa memberikan komentar ke blog ini. & Invite my pin: 75875721
Thank's ;;)
Blog ini baru saya buat. jika blog ini masih kurang lengkap atau kurang bagus kalian bisa memberikan komentar ke blog ini. & Invite my pin: 75875721
Thank's ;;)
About Me
Globe
Calendar
Jam
Music
Total Tayangan Halaman
Popular Posts
-
Pergaulan bebas kebanyakan dilakukan oleh anak remaja (ABG) yang dalam masa pertumbuhan dan banyak ingin tahu tentang sesuatu yang membu...
-
Bagi anda penggemar film Thailand, nama Mario Maurer pasti sudah tidak asing lagi bagi kalian. Nama Mario Maurer mulai dikenal ketika ...
-
Remaja sekarang ini lebih menuruti ego nya daripada keselamatan dirinya, sekarang ini banyak dijumpai anak muda sekolah dari SMP sampai ...
-
Nama Lengkap: Ahmad Al Ghazali Kohler Pamggilan: Al Tanggal Lahir: 01 September 1997 Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia Zodiak...
-
Sebelum kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia dari dataran tinggi Yu-nan di Tiongkok Selatan ke kepulauan Nusantara; kepulauan i...
-
Keterbatasan kemampuan fisik bukan berarti tak dapat berprestasi. Banyak anak – anak yang tergolong anak berkebutuhan khusus ternyata mem...
-
Dunia maya adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik...
-
Dampak Positif Globalisasi 1. Keterbukaan Informasi Globalisasi membuat akses terhadap informasi semakin terbuka lebar, masyarakat bisa...
-
Pendidikan adalah pilar utama berdirinya sebuah bangsa. Pada dasarnya pendidikan merupakan usaha untuk merancang masa depan umat manusia...
-
1. Perkembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di Tingkat Internasional Pada tahun 1975, sebuah lokakarya internasional tentang pend...
Blog Archive
-
▼
2014
(34)
-
▼
Februari
(23)
- Kisah seorang gadis yang sangat baik hati
- Pendidikan Karakter
- Fakta Anak Sekolah
- Peran Pendidikan Tinggi untuk Masyarakat Kurang Mampu
- Perkembangan Pendidikan Pada Masa Orde Baru
- Motivasi Belajar Adalah Kunci Sukses
- Belajar Dari Kesalahan
- Sejarah Pendidikan di Indonesia Masa Pra-Aksara
- Pengaruh Dunia Maya bagi Kehidupan
- Dampak Positif Dan Negatif Dari Globalisasi
- Dampak Balapan Liar Bagi Remaja
- Pengaruh Globalisasi Terhadap Bangsa Dan Negara
- Dampak Dari Pergaulan Bebas
- Hukum Kehidupan
- Sejarah Berkembangnya Pendidikan
- Tips Rahasia Hidup Sukses
- Pentingnya Pendidikan Bagi Kehidupan
- Anak-anak Berkreasi
- Tunanetra Yang Berprestasi
- Motivasi Belajar
- Kunci Sukses Dalam Menjalani Hidup
- Sejarah Pendidikan Hidup
- Anak Sebagai Harapan Orang Tua Dan Bangsa
-
▼
Februari
(23)
Blogroll
Diberdayakan oleh Blogger.




0 komentar:
Posting Komentar