Anak sebagai harapan orang tua dan bangsa => Merupakan dambaan setiap orang tua. Selain mendatangkan kebahagiaan dan kebanggaan, diharapkan dapat mengharumkan nama keluarga terutama sekali kedua orang tua. Ketika anak berprestasi di sekolah, nama orang tua dan keluarga juga akan terbawa-bawa.
Harapan orang tua sekaligus
akan menjadi harapan bangsa. Anak akan menjadi pemimpin
bangsa untuk sekian tahun yang akan datang. Anak-anak yang cerdas hari ini akan
menjadi pemimpin yang cerdas di masa datang. Pemimpin yang cerdas akan berusaha
membangun keadilan dan kemakmuran masyarakat.
Anak cerdas tidak
hanya dipandang dalam aspek kecerdasan otak (intelektual) semata. Kecerdasan anak ditinjau
secara komprehensif. Yang tak kalah pentingnya adalah kecerdasan sikap dan
mental. Anak akan dapat menunjukkan sikap dan tingkah laku yang baik di
lingkungannya: keluarga, masyarakat dan sekolah. Akan lebih sempurna lagi bila mereka
juga cerdas dalam berbagai keterampilan dan kecakapan hidup. Dengan demikian
anak-anak bangsa akan dapat menjalani prosesi kehidupan yang baik dalam
kehidupan sehari-hari.
Keluarga merupakan pondasi utama dalam
membentuk dan mengembangkan kecerdasan anak. Kedua orang tua, berkewajiban
memenuhi kebutuhan lahiriah berupa nutrisi dan pemeliharaan kesehatan.
Tujuannya adalah agar anak tumbuh dan berkembang dengan baik, sehat jasmani dan
rohani dan cerdas dalam berpikir. Taat menjalankan syariat agama.
Kebutuhan lain adalah
menyediakan perlengkapan dan peralatan sekolah, biaya pendidikan dan tempat
tinggal yang yang layak bagi anak. Ini adalah pendukung dalam mengembangkan
kecerdasan anak di lingkungan keluarga.
Selain kewajiban
memenuhi kebutuhan lahiriah dan material tersebut, orang tua juga perlu
menumbuhkembangkan karakter anak melalui pola pendidikan di keluarga. pendidikan karakter mutlak dimulai dari
lingkungan keluarga. Pola pendidikan keluarga yang alami adalah memberikan sikap
dan keteladanan. Di yakini, anak di lingkungan keluarga akan banyak meniru sikap
dan kebiasaan kedua orang tua. Dalam hal ini sangat diperlukan hubungan
komunikasi yang harmonis dan demokratis antara orang tua dan anak.
Pemberian
keterampilan dan kecakapan dasar dan sederhana sangat membantu perkembangan
anak jika mereka telah berada di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan
demikian, tugas pendidikan menjadi tidak lebih berat dalam rangka mengembangkan
program kecakapan hidup (life skill). Beban pencerdasan anak bangsa tidak lagi
menjadi pikulan dunia pendidikan semata.
Yang menjadi fenomena
umum dewasa ini adalah terpuruknya kondisi bangsa Indonesia dalam berbagai
sektor kehidupan. Pemimpin-pemimpin bangsa saat ini dianggap masih belum mampu
menunjukkan harapan-harapan orang tua dan bangsa pada masa sebelumnya
Sumber : Wikipedia.indonesia
Sumber : Wikipedia.indonesia




0 komentar:
Posting Komentar