Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebagaimana sejarah
berdirinya, salah satu misinya pada awalnya memang untuk memfasilitasi
masyarakat di wilayah Banyumas (dalam arti luas) yang secara demografts
dan geografis berciri dan bercorak agraris (petani dan pertanian).
Berdasarkan lingkup kondisi riilnya, maka pola ilmiah pokok Unsoed juga
diorientasikan pada peran dan pemerannya mendukung pengembangan
pembangunan pedesaan berbasis sumber daya lokal.Oleh karenanya Unsoed
dalam perkembangannya sangat diminati mengingat iklim geografis dan
iklim akademisnya yang kondusif mendukung layanan optimalisasi proses
belajar mengajar;
Pendidikan adalah Investasi masa depan, maka
pendidikanpun tidak lepas dari kebutuhan finansial/dana dalam rangka
mendukung tuntutan akan kualitas yang memiliki kompetensi dan kegayutan
dengan tuntutan pasar. Era pendidikan sekarang yang tidak dapat pisah
dengan era pendidikan global, kualitas harus merupakan jaminan luaran
pendidikan.Telah banyak universitas luar negeri dan dalam negeri yang
telah menawarkan program-program studi yang memberikan jaminan mutu atas
luarannya. Hal ini memang sudah menjadi keharusan.
Tuntutan kualitas sudah menjadi hal yang seharusnya dan tidak
dapat ditawar-tawar lagi. Lulusan suatu universitas akan dilihat
kemampuannya yang adaptif, kualitatif dan marketable. Akan tetapi
paratel dengan hal tersebut, biaya pendidikanpun mengikuti, luaran
dengan jaminan mutu juga diringi dengan biaya pendidikan yang tinggi.
Pada kondisi semacam ini pendidikan Indonesia diposisikan dilematis.
Disatu sisi untuk meningkatkan kualitas, disatu sisi masih berorientasi
pemerataan dengan segala kendala anggaran pendidikan yang masih
terbatas;
Realitas kondisi tersebut diperparah dengan dinamika dan
fluktuasi moneter dan perekonomian negara yang berdampak pada kondisi
perekonomian masyarakat. Daya beli sebagian besar masyarakat menurun dan
biaya pendidikan meningkat.Kalau kondisi obyektif tidak segera disikapi
tidak mungkin sejarah akan berulang (L'historie repete) bahwa yang
dapat mengenyam pendidikan adalah kaum elit dan minoritas berduit.
Pertanyaannya bagaimana dengan masyarakat yang tidak mampu?.
Topik yang diangkat Prof.Haryono Suyono yaitu Pendidikan untuk
Masyarakat Kurang Mampu, adalah sangat tepat. Sesuai dengan fungsinya
pada acara Variaty show "Arum Dalu" kerjasama Yayasan Damandiri dan TVRI
Jawa Tengah, saya mengambil sub topik Peran Pendidikan Tinggi (Unsoed)
untuk Masyarakat Kurang Mampu.
Pendidikan memang menjadi tanggungjawab bersama. Untuk jenjang
pendidikan tinggi telah memilki konsep strategis menyikapi masyarakat
yang kurang mampu untuk btsa mengenyam pendidikan di jenjang unive
rsrtas, akademi maupun politeknik dan jenjang lainnya. Masing-masing
perguruan tinggi memiliki terobosan dalam menjaring dan memberikan
dukungan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Secara umum dukungan tersebut adalah dengan memberikan beasiswa,
pembebasan biaya belajar atau keringanan SPP. Banyak sumber beasiswa
yang berasal dari berbagai yayasan yang peduli akan esensi pendidikan
sebagai investasi masa depan. Di Unsoed sendiri terdapat lebih kurang 24
sumber pemberi Beasiswa; Salah satu yang dapat menjaga kesinambungan
secara nyata dan dukungan tindak lanjutnya adalah beasiswa/bantuan SPP
dari yayasan Damandiri. Peran kongkrit Unsoed dan beberapa perguruan
tinggi yang lain untuk masyarakat kurang mampu adalah dengan
mencanangkan beberapa program kerjasama dengan mitra peduli, diantaranya
yang sudah rutin dilaksanakan antara lain:
Beasiswa Mengikuti Ujian Masuk (BMU),- .Program ini memberikan
beasiswa kepada siswa SMU/SMK yang selama studinya memiliki prestasi
tetapi secara ekonomi orang tuanya kurang mampu.Besamy bea siswa
berkisar antara Rp.650.000 - Rp.750.000 per orang yang terinci: (1)
Biaya Formulir dan foto Rp 150.000,- (2) Biaya Transport Rp 200.000 dan
biaya hidup selama 2 hari (untuk mengikuti test) sebesar Rp 300.000.
Jumlah penerima sebanyak 150 orang mahasiswa pertahunnya;
Beasiswa Tahun Pertama (BTP).- diberikan kepada para siswa penerima
BMU yang diterima dan langsung diberikan dalam bentuk Bantuan Biaya
Pendidikan (BPP) selama satu tahun (2 semester). dan besamya
berbeda-beda tergantung pada masing-masing perguruan tinggi. Setelah
tahun pertama, maka beasiswa selanjutnya diserahkan kepada kebijakan
peprguruan tinggi masing-masing dengan mencari berbagai sumber-sumber
beasiswa. Selain itu perguruan tinggi (Unsoed) juga memberikan bantuan
datam bentuk pembebasan dan keringa SPP atau biaya pendidikan. Jumlah
penerima per tahunnya di Unsoed berkisar 60-75 orang mahasiswa.
Sejak tahun 1999 Yayasan Damandiri telah menyalurkan Bantuan SPP dan
Uang Pembinaan Keluarga Miskin bagi Mahasiswa Lulusan UMPTN. Rinciannya
tahun 2000 Semester VIII berjumlah Rp.5.750.000 diperuntukkan 23
mahasiswa dari berbagai jurusan. Bantuan SPP terkait Program
Pemberdayaan Keluarga di Lingkungan Kampus.tahun akademik 2002-2003
sebanyak Rp.79.000.000 untuk 79 mahasiswa masing-masing memperoleh Rp. 1
juta. Tahun akademik 2003/204 berjumlah Rp.100 juta untuk 100
mahasiswa masing-masing memperoleh Rp.1 juta. Diharapkan bantuan SPP
Yayasan Damandiri dapat berlanjut yang berarti menjadi penyelamat
ancaman dropout bagi mahasiswa yang memang membutuhkan dukungan untuk
menyelesaikan studinya.
Beasiswa Supersemar. Beasiswa dari Yayasan SUPERSEMAR bagi
mahasiswa berprestasi, telah banyak membantu mahasiswa dalam
menyelesaikan studinya.
Beasiswa Transmigrasi: Beasiswa yang sangat khusus dan
spesifik ini merupakan kerjasama Unsoed dengan Denakertrans.
Beasiswa diberikan kepada putra-putri transmigran yang memilfci
kemampuan dan kemauan untuk mengikuti pendidikan tinggi. Bentuk
kerjasamanya adalah Unsoed memberikan beasiswa dalam bentuk pembebasan
biaya pendidikan selama menempuh studi, dan pihak Depnakertrans
memberikan beasiswa dalam bentuk tunjangan hidup.
Sampai saat ini Unsoed tetah memberikan 64 orang mahasiswa
transmigrasi dan sudah meluluskan 21 orang sarjana dengan predikat
memuaskan.
Keringanan pendidikan adalah kebijakan untuk memberikan keringanan
biaya pendidikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akan tetapi
tidak mampu secara ekonomi. Bentuknya adalah keringanan 50 persen dari
biaya pendidikan persemester yang harus ditanggung. Unsoed mencanangkan 2
persen dari jumlah mahasiswa terdaftar (Ik 22.000 mahasiswa), atau
lebih kurang 400 mahasiswa. Selain berbagai beasiswa tersebut yang
secara riil bentuk peran Unsoed/pendidikan untuk masyarakat kurang
mampu, Unsoed juga memberikan beasiswa dan kebijakan lain yang secara
kondisional sifatnya yaitu Beasiswa Aceh (akibat bencana Tsunami).
Beasiswa ini diberikan kepada para mahasiswa asal Aceh yang menempuh
studi di Unsoed bekerja sama dengan berbagai dinas/instansi seperti
Dirjen Mobilitas Penduduk Depnakertrans, dari Gubernur Jawa Tengah, Bank
Indonesia. Pada bentuk kerjasama ini Unsoed selalu memberikan kebijakan
pembebasan SPP.
Hal serupa juga akan diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari
daerah korban Gempa Yogyakarta-Jawa Tengah yang sampai saat ini masih
dalam proses pendataan;
Diluar kebijakan pemberian beasiswa tersebut, sebagaimana esensi
peran dan peranan pendidikan untuk masyarakat kurang mampu, Unsoed juga
masih memberlakukan biaya pendidikan yang proporsional (masih murah).
Untuk beberapa program studi yang ada di UNSOED, dengan mendasarkan pada
raw-materials-nya yang umumnya berbasis pedesaan dengan kondisi ekonomi
yang terbatas, Unsoed juga masih memfasilitasi dengan biaya pendidikan
yang relatif masih terjangkau.
Untuk menghindari kesan "biaya murah dan murahan" dengan realitas
kebutuhan pendidikan yang tinggi, selain menggunakan kebijakan silang
dan substitusi, Unsoed juga terus berupaya menambat program-program
kompetitif bergengsi seperti QUE, DUE, DUE-like, TPSDP dan program lain
yang secara significan hasilnya memang terasakan sebagai faktor
pendukung baik dalam peningkatan kualitas SDM maupun prasarana-sarana
pendidikan sehingga Unsoed tetap dapat eksis berproses menuju kualitas
dengan tetap memperhatikan kemampuan mahasiswa dan para calon
mahasiswanya.
Sumber: http://www.gemari.or.id/artikel/2257.shtml
skip to main |
skip to sidebar
Sesungguhnya keberhasilan itu bukan hanya sekedar kepintaran, tetapi disertai dengan kerja keras, semangat dan berdoa o:) Kunci kesuksesan itu ada pada diri kita SENDIRI !!!
About
Welcome In The My Blog™
Blog ini baru saya buat. jika blog ini masih kurang lengkap atau kurang bagus kalian bisa memberikan komentar ke blog ini. & Invite my pin: 75875721
Thank's ;;)
Blog ini baru saya buat. jika blog ini masih kurang lengkap atau kurang bagus kalian bisa memberikan komentar ke blog ini. & Invite my pin: 75875721
Thank's ;;)
About Me
Globe
Calendar
Jam
Music
Total Tayangan Halaman
Popular Posts
-
Pergaulan bebas kebanyakan dilakukan oleh anak remaja (ABG) yang dalam masa pertumbuhan dan banyak ingin tahu tentang sesuatu yang membu...
-
Bagi anda penggemar film Thailand, nama Mario Maurer pasti sudah tidak asing lagi bagi kalian. Nama Mario Maurer mulai dikenal ketika ...
-
Remaja sekarang ini lebih menuruti ego nya daripada keselamatan dirinya, sekarang ini banyak dijumpai anak muda sekolah dari SMP sampai ...
-
Nama Lengkap: Ahmad Al Ghazali Kohler Pamggilan: Al Tanggal Lahir: 01 September 1997 Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia Zodiak...
-
Sebelum kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia dari dataran tinggi Yu-nan di Tiongkok Selatan ke kepulauan Nusantara; kepulauan i...
-
Keterbatasan kemampuan fisik bukan berarti tak dapat berprestasi. Banyak anak – anak yang tergolong anak berkebutuhan khusus ternyata mem...
-
Dunia maya adalah media elektronik dalam jaringan komputer yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi satu arah maupun timbal-balik...
-
Dampak Positif Globalisasi 1. Keterbukaan Informasi Globalisasi membuat akses terhadap informasi semakin terbuka lebar, masyarakat bisa...
-
Pendidikan adalah pilar utama berdirinya sebuah bangsa. Pada dasarnya pendidikan merupakan usaha untuk merancang masa depan umat manusia...
-
1. Perkembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di Tingkat Internasional Pada tahun 1975, sebuah lokakarya internasional tentang pend...
Blog Archive
-
▼
2014
(34)
-
▼
Februari
(23)
- Kisah seorang gadis yang sangat baik hati
- Pendidikan Karakter
- Fakta Anak Sekolah
- Peran Pendidikan Tinggi untuk Masyarakat Kurang Mampu
- Perkembangan Pendidikan Pada Masa Orde Baru
- Motivasi Belajar Adalah Kunci Sukses
- Belajar Dari Kesalahan
- Sejarah Pendidikan di Indonesia Masa Pra-Aksara
- Pengaruh Dunia Maya bagi Kehidupan
- Dampak Positif Dan Negatif Dari Globalisasi
- Dampak Balapan Liar Bagi Remaja
- Pengaruh Globalisasi Terhadap Bangsa Dan Negara
- Dampak Dari Pergaulan Bebas
- Hukum Kehidupan
- Sejarah Berkembangnya Pendidikan
- Tips Rahasia Hidup Sukses
- Pentingnya Pendidikan Bagi Kehidupan
- Anak-anak Berkreasi
- Tunanetra Yang Berprestasi
- Motivasi Belajar
- Kunci Sukses Dalam Menjalani Hidup
- Sejarah Pendidikan Hidup
- Anak Sebagai Harapan Orang Tua Dan Bangsa
-
▼
Februari
(23)
Blogroll
Diberdayakan oleh Blogger.



0 komentar:
Posting Komentar